Tampilkan postingan dengan label Cerita Skyda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Skyda. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Maret 2016

Kamis, 03 Maret 2016

Sebuah Pesan Cinta; Dear Fans-nya Robert T. Kiyosaki



The Cashflow Quadrant, karangan Robert T. Kiyosaki. Sebagian orang yang suka membaca mengenal dan pernah membaca buku ini. Saya bahkan berkali-kali menghatamkannya. Pemikirannya keren, membangkitkan semangat berwirausaha. Banyak orang sukses menjadi pengusaha karena terinspirasi oleh buku ini. Namun tidak sedikit pula orang yang meninggalkan bangku sekolah setelah membacanya. Agak ekstrim memang. 

Sabtu, 06 Februari 2016

Kenapa Belum Menikah?



Alkisah, hiduplah seorang gadis berusia 20-an. Sejak awal kuliah, dia sangat menginginkan beberapa hal: pertama, lulus dengan predikat cumlaude. Kedua, aktif di berbagai organisasi di jurusan hingga Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas, sambil berkecimpung juga di organisasi luar kampus. Ketiga, ikut pertukaran mahasiswa ke luar negeri dan kegiatan pengembangan kepemimpinan sejenisnya. Ke empat, merintis bisnis untuk passive income di masa depan. Ke lima, menikah sambil kuliah. Dalam pikiran gadis ini, kayaknya keren kali kalau dia bisa menjalankan semuanya sekaligus.

Jumat, 05 Februari 2016

Benih-benih Peradaban



Pernahkah kau merasakan sesak karena rindu hingga air matamu tumpah tak tertahankan?
Bila iya, lihatlah ke dalam sana, rabalah hatimu, ajaklah ia bicara. Apakah sesungguhnya hakikat rindu itu sendiri? Terlepaslah dari apa pun yang tengah engkau rindukan itu.

Rabu, 27 Januari 2016

Pada Suatu Hari di Tahun 1999…



“Nik, ingat pesanku selalu ya. Jangan pernah berharap pada siapa pun. Termasuk aku. Tak ada seorang pun yang bisa kita harapkan di muka bumi ini. Bukan karena mereka tak menyayangi kita atau tak peduli kepada kita segala macam. Tapi karena kondisi mungkin saja berubah dan kita harus melakukan semuanya sendiri. Kau paham?”   

Rabu, 06 Januari 2016

Cinta dan Proporsionalitas


Cinta. Satu kata yang selalu menuai cerita.  
Seorang Plato, pernah bertutur kala itu, “Apabila seseorang jatuh cinta, maka apa pun yang disentuhnya akan menjadi puisi.” Indah sekali, bukan?

Rabu, 07 Oktober 2015

The Future I Hope



I know the future I want. Learning from the philosophy of street-car that always stops on the way. It is one of the kind of things which cause the passengers are easily angry with the driver. The passengers need to move on fast, but the driver is still looking for some new passengers. So, the people in are being angry with him. It is annoyance to stay. Better to move on!

Selasa, 06 Oktober 2015

Dia yang Sejati



Ketika itu, ia tengah melakukan perjalanan panjangnya menuju suatu tempat yang indah. Berjalan jauh, mengeluarkan seluruh tenaga dan pikirannya untuk membuat perjalanan itu berhasil. Panas terik, duri-duri melukai kakinya, kehausan yang melanda, ia abaikan. Berkali-kali seseorang mengajaknya berhenti berjalan, ia urung, menoleh sedikit, lalu pergi lagi. Melanjutkan perjalanan menuju ‘cahaya’ yang diyakininya ada diujung sana.

Jumat, 02 Oktober 2015

Antara Kapal Selam dan Pesawat Terbang


                Awal tahun 1900
            “Seluruh daratan dan lautan adalah wilayah kekuasaanku!” bentak kapal selam sambil menunjuk muka pesawat.
            “Apa kau bilang ? ini milikku! Bagaimana mungkin kau bisa mengaku-ngaku seperti itu? sedangkan semua makhluk di seluruh jagat raya tahu bahwa akulah yang paling berkuasa di sini.” Pesawat terbang menjawab sengit.

Sabtu, 19 September 2015

Potret Terindah dari Kediri

Meski ratusan bintang yang bisa kutatap dari jendela kamar ini berkilauan di langit sana, tetap saja tidak bisa melengahkan dari apa yang kupikirkan sekarang. Entah aku yang terlalu pemikir, entah hal itu memang sesuatu yang akan membuat seorang gadis kecil sepertiku tidak bisa bahkan sekadar untuk memejamkan mata dengan tenang. Aku bisa saja lari dari kenyataan dan melangkah pergi. Meninggalkan rumah kecil ini. Namun hal itu bukanlah keputusan yang bijak kupikir.
“Nay, tahukah kau mengapa air laut itu tidak rasa bangkai atau stroberi?” pertanyaan ayah di suatu pagi, waktu itu usiaku masih enam tahun.
Aku menatap ayah beberapa detik. Tergelitik dengan pertanyaan itu. Ayah hanya tersenyum, lalu memegang pundakku.
“Sungguh, kau akan tumbuh menjadi gadis yang bijak, Nay.”

Kamis, 15 Mei 2014

Pacaran itu...

Apakah dengan pacaran ada yang bisa menjamin kehidupan rumah tangga kita akan langgeng? Atau apakah dengan tidak pacaran sudah bisa dipastikan semua akan berjalan baik-baik saja. 
Apakah dengan belajar rajin nilai kita sudah pasti tinggi? Atau sebaliknya. Nah, inilah yang perlu kita pahami. Segala hal baik tidak selalu berkorelasi dengan hasil yang baik.

Rabu, 09 April 2014

Dan Dimanakah Ujung Perjalanan ini?


“Bila kau mengunjungi suatu tempat, jangan pernah lupa meninggalkan jejak. Agar kau mudah kembali saat tersesat…”
            Bagiku, perjalanan bukan sekadar pergi dan kembali. Lebih dari memberi kepuasan batin, kau justru menemukan hal baru yang kelak menjadikanmu pribadi yang lebih baik di masa depan.